Tentang Do-Ka

PENGEMBANGAN TERNAK KAMBING DAN DOMBA

Asal usul Kambing

  • Kingdom            : Animalia
  • Phylum              : Chordata
  • Subphylum        : Vertebrata
  • Class                   : Mammalia
  • Ordo                  : Artiodactyla
  • Family               : Bovidae
  • Subfamily         : Capricanae
  • Genus                : Capra
  • Species             : Capra aegagrus
  • Subspecies       : Capra aegagrus hircus

Kambing adalah salah satu hewan liar yang tertua yang dijinakkan manusia, Mempunyai sifat yang cerdik dan kemampuan membela diri yang lebih tinggi dibanding dengan ternak lain dan suka mencari makanan sendiri. Pada mulanya semua Kambing merupakan binatang pegunungan yang hidup dilereng-lereng bukit sampai di lereng yang curam. Kambing yang kita kenal sekarang ini, diperkirakan berasal dari 3 jenis Kambing liar yakni:

  1. Capra Hircus, hidup pada daerah di antara Pakistan dan Turki;
  2. Capra Falconeri, hidup di daerah sepanjang Kashmir;
  3. Capra Prica, hidup di sepanjang Balkan.

Beberapa jenis Kambing mempunyai jenggot dan ada pula yang mempunyai tambahan kulit yang menggantung, yang terdapat di sisi bagian atas leher, dibawah telinga.

Jenis-jenis Kambing di Indonesia

Di Indonesia terdapat berbagai bangsa Kambing yang masing-masing mempunyai sifat yang berbeda. Diantara bangsa-bangsa kambing yang banyak dikenal dan penyebarannya meluas di tanah air kita, diantaranya adalah kambing kacang, Etawa, Peranakan Etawa (PE) dan Saanen.

Kambing Kacang

Kambing ini merupakan kambing asli Indonesia. Badannya kecil dan pendek, kadang-kadang terdapat gelambir kecil dileher bagian atas. Baik jantan maupun betina mempunyai tanduk. Telinga berukuran sedang, leher pendek dan tebal, punggung agak melengkung, ekor kecil dan tegak. Bulu pada yang betina pendek, sedang pada yang jantan agak panjang. Warna bulu bervariasi dari hitam, coklat atau kombinasinya. Jantan dewasa tingginya dapat mencapai sekitar 60 cm dan yang betina 55 cm, Bobot badan jantan dapat mencapai ± 35 kg dan betina 30 kg. Karena tidak pernah dilakukan pemuliaan maka kondisi dilapangan dewasa ini pada umumnya kecil-kecil dan dibawah kemampuan potensi genetis tersebut. Sering terjadi kelahiran anak kembar (merupakan keunggulan komperatif). Temperamen gesit, terampil dalam mencari pakan sendiri bila dilepas. Kambing kacang merupakan penghasil daging yang bermutu dan digemari masyarakat.

Kambing Etawa

Kambing ini berasal dari Jumnapari-lndia dan merupakan penghasil daging dan susu. Dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1908 guna memperbaiki mutu kambing kacang yang berbadan sehat. Hidung melengkung, telinga panjang menggantung, kaki dan bulu kaki panjang. Warna bulu badan pada umumnya putih atau coklat muda kekuningan dengan warna coklat pada bagian leher dan muka (kepala). Ambing besar dan panjang. Baik jantan maupun betina bertanduk. Tinggi yang jantan 100-125cm dan yang betina 80-92 cm dengan bobot badan jantan antara 60-90 kg dan betina 50-60 kg. Kambing ini merupakan kambing perah dan potensi produksi susunya dapat mencapai 3-4 liter/hari.

Kambing Peranakan Etawa

Kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing Kacang dengan kambing Etawa. Kambing ini merupakan bangsa kambing yang sudah beradaptasi dengan kondisi Indonesia, sehingga sering disebut kambing Lokal. Tanda-tanda tubuhnya berada diantara kambing Kacang dan kambing Etawa. Hidup tersebar di sepanjang pesisir utara P. Jawa. Pejantan mempunyai sex-libido yang tinggi, sifat inilah yang membedakan dengan kambing Etawa.

Kambing Saanen

Kambing ini diimpor dari Australia pada tahun 1978 oleh Peternakan Tri-S Tapos. Keturunannya telah banyak disebar luaskan ke beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagai upaya untuk meningkatkan mutu kambing rakyat setempat. Berbulu pendek tetapi agak rapat dibandingkan dengan kambing Kacang. Warna bulunya mulus atau sedikit krem. Baik yang jantan maupun yang betina berjenggot. Bobot badan jantan antara 65-80 kg, dan betina antara 50-60 kg. Ambingnya besar, puting berbentuk kerucut. Kambing ini termasuk kambing perah dan potensi produksi susunya antara 2-5 liter/hari.

Kambing Gembrong

Kambing ini terdapat di pantai timur P. Ball dan sudah merupakan hasil pemuliaan rakyat setempat. Karena kurang pembinaan populasinya masih sangat terbatas sehingga belum berkembang luas. Badannya lebih besar dari pada kambing Kacang, bentuk muka sedikit cembung dan bentuk telinganya kecil. Baik jantan maupun betina berjenggot dan bertanduk, leher pendek dan agak tipis. Bulunya berwarna putih dan panjang, pada betina panjang bulu dapat mencapai 20-22 cm. Bobot badan jantan dapat mencapai ± 45 kg, sedangkan betina 38 kg.

Asal-usul Domba di Indonesia

Klasifikasi Domba

  • Kingdom            : Animalia
  • Phylum              : Chordata
  • Subphylum       : Vertebrata
  • Class                  : Mammalia
  • Ordo                  : Artiodactyla
  • Family              : Bovidae
  • Subfamily        : Capricanae
  • Genus               : Ovis
  • Species            : ovis ammon, Ovis musimon, Ovis vigner

Domba yang kita kenal sekarang, merupakan hasil domestikasi dari 3 jenis domba liar:

      1. Mouflon (Ovis musimon), merupakan jenis Domba liar, berasal dari Eropa Selatan dan Asia Kecil;
      2. Argali (Ovis ammon), merupakan jenis Domba liar, berasal dari Asia Tengah memiliki tubuh besar, dapat mencapai tinggi 1,20 m
      3. Urial (Ovis vigner), merupakan jenis Domba liar berasal dari Asia.

Jenis Domba di Indonesia

Domba Ekor Gemuk (DEG)

DEG diperkirakan berasal dari India atau Asia Barat. DEG di Indonesia banyak terdapat di Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Wilayah penyebaran ternak tersebut merupakan daerah pantai yang curah hujannya relatif kurang.

Tanda-tanda spesifik DEG yaitu badan sedikit lebih besardibandingkan dengan Domba lain. Warna bulunya putih, bulu kasar tetapi rapi, kepala ringan dengan bentuk muka melengkung (concaf), bentuk telinga kecil arah menyamping dan mendatar. Kebanyakan DEG jantan tidak bertanduk dan hanya sedikit yang mempunyai tanduk kecil, sedangkan yang betina tidak bertanduk. Dada terlihat serasi dan kuat seperti bentuk perahu, ke-4 kakinya kalau jalan agak lamban karena menanggung berat badan dan ekornya gemuk. Tipe ekor merupakan karakteristik breed yang paling penting dimana untuk membedakan dengan breed Domba Ekor Tipis (DET), DEG ekornya lebar dan relatif pendek, biasanya ujungnya membelok ke belakang dan jarang memanjang ke bawah (Epstein. 1982). Panjang ekor(normal) DEG 15-18 vertebra, tetapi bentuknya “S” atau sigmoid, kecuali yang berlemak ujungnya kebanyakkan menggantung bebas (Devanderdan Meleroy, 1982).

Domba Ekor Tipis (DET)

Berasal dari persilangan antara domba yang berambut asli setempat dengan domba tipe wool yang berasal dari Afrika Selatan dan Australia. Bangsa domba ini berjumlah 80-50% dari domba yang terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah (Mason, 1978). Domba ini mempunyai tubuh dan ekor yang relatif kecil, tidak ada tanda-tanda berlemak. Bulu badan biasanya berwarna putih dan banyak belang-belang hitam sekitar mata, hidung dan bagianbagian lainnya. Domba betina biasanya tidak bertanduk, tetapi yang jantan mempunyai tanduk melingkar. Umumnya telinganya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.

Domba Garut/Priangan

Domba Garut merupakan hasil persilangan antara Domba Lokal dengan Domba Merino dan Domba Kapstrad (Merkens dan Sumirat, 1962). Domba Garut juga diakui sebagai salah satu jenis domba yang paling tinggi tingkat produksinya di dunia (Helen dan Turner, 1974). Domba ini banyak terdapat di Jawa Barat di daerah Priangan, terutama Bandung, Garut, Sumedang, Ciamis dan Tasikmalaya, namun lebih dikenal dengan sebutan Domba Garut.

Tabel : Ciri-ciri Morfologi Domba Garut

No. Sifat Morfologi Tipe Aduan Tipe Pedaging
1 Warna bulu Dominan Dominan putih
2 Bentuk bulu Hitam ikal dan lurus Ikal dan lurus
3 Tanduk Jantan bertanduk, betina tidak bertanduk Jantan dan betina bertanduk
4 Bentuk tanduk Melingkar Melingkar
5 Teliga Kecil/ramping Memanjang
6 Ukuran telinga 1 – 3.5 cm 7.5 – 13 cm
7 Bentuk ekor Pendek agak gemuk Pendek agak gemuk
8 Keadaan kulit Tidak ada lipatan Tidak ada lipatan

Domba Persilangan Galur Sei Putih

Dalam rangka pengembangan strain domba yang lebih produktif dalam kondisi ikiim tropis dengan kelembaban udara yang relatif tinggi. Sub Balai Penelitian Ternak Sungai Putih Sumatera Utara telah melaksanakan program persilangan antara domba lokal Sumatera dengan domba tipe bulu (hair sheep) dari jenis St. Croix dan tipe pedaging Barbados yang didatangkan dari Amerika Serikat tahun 1987. Cara perkawinannya dengan inseminasi buatan dan menggunakan induk domba lokal dengan pejantan domba impor St.Croix (SO dan Barbados Blackbelly (BB) menghasilkan domba composite breed (50% LS, 25% SC, 25% BB), menunjukan peningkatan berat lahir, berat sapih dan daya hidup anak prasapih dibandingkan dengan domba lokal Sumatera.

PENGEMBANGAN TERNAK KAMBING

Bangsa-Bangsa Kambing di Indonesia

Asal usul

Kambing adalah salah satu hewan liar yang tertua yang dijinakkan manusia, Mempunyai sifat yang cerdik dan kemampuan membela diri yang lebih tinggi dibanding dengan ternak lain dan suka mencari makanan sendiri. Pada mulanya semua Kambing merupakan binatang pegunungan yang hidup dilereng-lereng bukit sampai di lereng yang curam. Kambing yang kita kenal sekarang ini, diperkirakan berasal dari 3 jenis Kambing liar yakni :

Capra Hircus, hidup pada daerah di antara Pakistan dan Turki;

Capra Falconeri, hidup di daerah sepanjang Kashmir;

Capra Prica, hidup di sepanjang Balkan.

Beberapa jenis Kambing mempunyai jenggot dan ada pula yang mempunyai tambahan kulit yang menggantung, yang terdapat di sisi bagian atas leher, dibawah telinga.

Jenis-jenis Kambing di Indonesia

Di Indonesia terdapat berbagai bangsa Kambing yang masing-masing mempunyai sifat yang berbeda. Diantara bangsa-bangsa kambing yang banyak dikenal dan penyebarannya meluas di tanah air kita, diantaranya adalah kambing kacang, Etawa, Peranakan Etawa (PE) dan Saanen.

Kambing Kacang

Kambing ini merupakan kambing asli Indonesia. Badannya kecil dan pendek, kadang-kadang terdapat gelambir kecil dileher bagian atas. Baik jantan maupun betina mempunyai tanduk. Telinga berukuran sedang, leher pendek dan tebal, punggung agak melengkung, ekor kecil dan tegak. Bulu pada yang betina pendek, sedang pada yang jantan agak panjang. Warna bulu bervariasi dari hitam, coklat atau kombinasinya. Jantan dewasa tingginya dapat mencapai sekitar 60 cm dan yang betina 55 cm, Bobot badan jantan dapat mencapai ± 35 kg dan betina 30 kg. Karena tidak pernah dilakukan pemuliaan maka kondisi dilapangan dewasa ini pada umumnya kecil-kecil dan dibawah kemampuan potensi genetis tersebut. Sering terjadi kelahiran anak kembar (merupakan keunggulan komperatif). Temperamen gesit, terampil dalam mencari pakan sendiri bila dilepas. Kambing kacang merupakan penghasil daging yang bermutu dan digemari masyarakat.

Kambing Etawa

Kambing ini berasal dari Jumnapari-lndia dan merupakan penghasil daging dan susu. Dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1908 guna memperbaiki mutu kambing kacang yang berbadan sehat. Hidung melengkung, telinga panjang menggantung, kaki dan bulu kaki panjang. Warna bulu badan pada umumnya putih atau coklat muda kekuningan dengan warna coklat pada bagian leher dan muka (kepala). Ambing besar dan panjang. Baik jantan maupun betina bertanduk. Tinggi yang jantan 100-125cm dan yang betina 80-92 cm dengan bobot badan jantan antara 60-90 kg dan betina 50-60 kg. Kambing ini merupakan kambing perah dan potensi produksi susunya dapat mencapai 3-4 liter/hari.

Kambing Peranakan Etawa

Kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing Kacang dengan kambing Etawa. Kambing ini merupakan bangsa kambing yang sudah beradaptasi dengan kondisi Indonesia, sehingga sering disebut kambing Lokal. Tanda-tanda tubuhnya berada diantara kambing Kacang dan kambing Etawa. Hidup tersebar di sepanjang pesisir utara P. Jawa. Pejantan mempunyai sex-libido yang tinggi, sifat inilah yang membedakan dengan kambing Etawa.

Kambing Saanen

Kambing ini diimpor dari Australia pada tahun 1978 oleh Peternakan Tri-S Tapos. Keturunannya telah banyak disebar luaskan ke beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagai upaya untuk meningkatkan mutu kambing rakyat setempat. Berbulu pendek tetapi agak rapat dibandingkan dengan kambing Kacang. Warna bulunya mulus atau sedikit krem. Baik yang jantan maupun yang betina berjenggot. Bobot badan jantan antara 65-80 kg, dan betina antara 50-60 kg. Ambingnya besar, puting berbentuk kerucut. Kambing ini termasuk kambing perah dan potensi produksi susunya antara 2-5 liter/hari.

Kambing Gembrong

Kambing ini terdapat di pantai timur P. Ball dan sudah merupakan hasil pemuliaan rakyat setempat. Karena kurang pembinaan populasinya masih sangat terbatas sehingga belum berkembang luas. Badannya lebih besar dari pada kambing Kacang, bentuk muka sedikit cembung dan bentuk telinganya kecil. Baik jantan maupun betina berjenggot dan bertanduk, leher pendek dan agak tipis. Bulunya berwarna putih dan panjang, pada betina panjang bulu dapat mencapai 20-22 cm. Bobot badan jantan dapat mencapai ± 45 kg, sedangkan betina 38 kg.

Bangsa-Bangsa Domba di Indonesia

Asal-usul

Domba yang kita kenal sekarang, merupakan hasil domestikasi dari 3 jenis domba liar:

Mouflon (Ovis musimon), merupakan jenis Domba liar, berasal dari Eropa Selatan dan Asia Kecil;

Argali (Ovis ammon), merupakan jenis Domba liar, berasal dari Asia Tengah memiliki tubuh besar, dapat mencapai tinggi 1,20 m

Urial (Ovis vigner), merupakan jenis Domba liar berasal dari Asia.

Jenis Domba di Indonesia

Domba Ekor Gemuk (DEG)

DEG diperkirakan berasal dari India atau Asia Barat. DEG di Indonesia banyak terdapat di Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Wilayah penyebaran ternak tersebut merupakan daerah pantai yang curah hujannya relatif kurang.

Tanda-tanda spesifik DEG yaitu badan sedikit lebih besardibandingkan dengan Domba lain. Warna bulunya putih, bulu kasar tetapi rapi, kepala ringan dengan bentuk muka melengkung (concaf), bentuk telinga kecil arah menyamping dan mendatar. Kebanyakan DEG jantan tidak bertanduk dan hanya sedikit yang mempunyai tanduk kecil, sedangkan yang betina tidak bertanduk. Dada terlihat serasi dan kuat seperti bentuk perahu, ke-4 kakinya kalau jalan agak lamban karena menanggung berat badan dan ekornya gemuk. Tipe ekor merupakan karakteristik breed yang paling penting dimana untuk membedakan dengan breed Domba Ekor Tipis (DET), DEG ekornya lebar dan relatif pendek, biasanya ujungnya membelok ke belakang dan jarang memanjang ke bawah (Epstein. 1982). Panjang ekor(normal) DEG 15-18 vertebra, tetapi bentuknya “S” atau sigmoid, kecuali yang berlemak ujungnya kebanyakkan menggantung bebas (Devanderdan Meleroy, 1982).

Domba Ekor Tipis (DET)

Berasal dari persilangan antara domba yang berambut asli setempat dengan domba tipe wool yang berasal dari Afrika Selatan dan Australia. Bangsa domba ini berjumlah 80-50% dari domba yang terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah (Mason, 1978). Domba ini mempunyai tubuh dan ekor yang relatif kecil, tidak ada tanda-tanda berlemak. Bulu badan biasanya berwarna putih dan banyak belang-belang hitam sekitar mata, hidung dan bagianbagian lainnya. Domba betina biasanya tidak bertanduk, tetapi yang jantan mempunyai tanduk melingkar. Umumnya telinganya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung.

Domba Garut/Priangan

Domba Garut merupakan hasil persilangan antara Domba Lokal dengan Domba Merino dan Domba Kapstrad (Merkens dan Sumirat, 1962). Domba Garut juga diakui sebagai salah satu jenis domba yang paling tinggi tingkat produksinya di dunia (Helen dan Turner, 1974). Domba ini banyak terdapat di Jawa Barat di daerah Priangan, terutama Bandung, Garut, Sumedang, Ciamis dan Tasikmalaya, namun lebih dikenal dengan sebutan Domba Garut.

Tabel : Ciri-ciri Morfologi Domba Garut

No.

Sifat Morfologi

Tipe Aduan

Tipe Pedaging

1

Warna bulu

Dominan

Dominan putih

2

Bentuk bulu

Hitam ikal dan lurus

Ikal dan lurus

3

Tanduk

Jantan bertanduk, betina tidak bertanduk

Jantan dan betina bertanduk

4

Bentuk tanduk

Melingkar

Melingkar

5

Teliga

Kecil/ramping

Memanjang

6

Ukuran telinga

1 – 3.5 cm

7.5 – 13 cm

7

Bentuk ekor

Pendek agak gemuk

Pendek agak gemuk

8

Keadaan kulit

Tidak ada lipatan

Tidak ada lipatan

Domba Persilangan Galur Sei Putih

Dalam rangka pengembangan strain domba yang lebih produktif dalam kondisi ikiim tropis dengan kelembaban udara yang relatif tinggi. Sub Balai Penelitian Ternak Sungai Putih Sumatera Utara telah melaksanakan program persilangan antara domba lokal Sumatera dengan domba tipe bulu (hair sheep) dari jenis St. Croix dan tipe pedaging Barbados yang didatangkan dari Amerika Serikat tahun 1987. Cara perkawinannya dengan inseminasi buatan dan menggunakan induk domba lokal dengan pejantan domba impor St.Croix (SO dan Barbados Blackbelly (BB) menghasilkan domba composite breed (50% LS, 25% SC, 25% BB), menunjukan peningkatan berat lahir, berat sapih dan daya hidup anak prasapih dibandingkan dengan domba lokal Sumatera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s